-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARA SULAWESI | Berita Sulawesi Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Follow us on

    Dukung FPI, Jagad Twitter Ramai Taggar #KamiDukungFPI

    SuaraSulawesi.com
    Senin, 29 Juli 2019, 09:43 WIB Last Updated 2019-08-09T07:10:01Z
    Dukung FPI, Jagad Twitter Ramai Taggar # Kami Mendukung FPI

    LUWU POS ■ Dunia virtual dihidupkan kembali dengan isu Front Pembela Islam (FPI). Namun kali ini, tidak diminta dibubarkan melainkan untuk mendukung FPI.

    Setelah tagar #SaveFPI, pengguna baris periode Twitter kembali menggema tag #KamiDukungFPI. Sampai sekarang, tagar masih menjadi topik hangat bagi Warganet di timeline Twitter.

    Lisensi komunitas FPI terdaftar di SKT 01-00-00 / 010 / D.III.4 / VI / 2014. Masa berlaku FPI SKT, yaitu dari 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019. FPI kemudian mengajukan permohonan perpanjangan SKT sebagai organisasi massa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Namun, Kementerian Dalam Negeri mengembalikan file aplikasi FPI pada 11 Juli. Kementerian Dalam Negeri menganggap bahwa FPI belum memenuhi semua persyaratan administrasi yang ditetapkan dalam Permendagri Nomor 57 tahun 2017.

    Bahkan, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa tidak pasti untuk memperpanjang SKT meskipun FPI telah memenuhi persyaratan administrasi.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan pemerintah masih mengevaluasi FPI sehingga izinnya belum diperpanjang. Dengan cara ini, pemerintah dapat menilai apakah FPI layak mendapat perpanjangan izin.

    "Mengapa kita belum memberikannya?" Karena kita masih menyelidiki, evaluasi kegiatannya dilakukan selama dia (FPI) ada, "kata Wiranto, Jumat (19/7).

    Tagar juga dipicu oleh pernyataan Presiden Joko Widodo dalam wawancara dengan Associated Press (AP), Jumat (27/7), yang dipublikasikan pada Sabtu (27/7). Dia membuka kemungkinan pemerintah tidak memperpanjang lisensi FPI sebagai organisasi masyarakat (Ormas).

    "Ya, tentu saja, sangat mungkin. Jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologis, itu menunjukkan bahwa mereka tidak sejalan dengan negara," kata Jokowi seperti dikutip oleh situs resmi AP, Minggu (28/7) .

    ■ Aisha Syifa

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU