-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARA SULAWESI | Berita Sulawesi Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Follow us on

    Puncak Gerhana Cincin Akan Terjadi Pada Pukul 14.15 Wita

    SuaraSulawesi.com
    Kamis, 26 Desember 2019, 10:32 WIB Last Updated 2019-12-26T03:32:02Z
      Puncak Gerhana Cincin Akan Terjadi Pada Pukul 14.15 Wita

    JBN.CO.ID ■ Fenomena alam gerhana matahari cincin akan sambangi sejumlah wilayah Indonesia, hari ini Kamis 26 Desember 2019. Fenomena alam ini akan terjadi pas di atas Indonesia pada siang hari, sekitar pukul 12.26 Wita. Secara umum di Sulsel juga akan dapat terlihat.

    Gerhana Matahari Cincin di Sulawesi Selatan teramati adalah gerhana matahari sebagian dengan magnitudo yang bervariasi. Antara 0.719 di Benteng Selayar – 0.823.

    "Artinya luasan piringan matahari yang tertutupi piringan bulan semakin besar namun tidak sampai menutupi semuanya," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Kaharuddin.

    Puncak gerhana terjadi pada pukul 14.15 Wita, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.47 Wita. "Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Selatan rata-rata adalah 3 jam 21 menit," kata Kaharuddin.

    Kaharuddin mengingatkan untuk tidak melihat matahari secara langsung tanpa menggunakan pelindung adalah hal yang membahayakan. Salah satu radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi adalah radiasi ultraviolet, dengan panjang gelombang lebih dari 290 nm.

    Dari sejumlah berita yang dijadikan sebagai referensi terkait gerhana ini, terdapat 7 provinsi yang bisa menikmati secara penuh fenomena ini, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

    Nantinya, masyarakat akan disuguhi dengan fenomena 'cincin api'. Sebab, bayangan bulan hanya menutupi bagian tengah Matahari dan menyisakan pemandangan bagian cerah serupa cincin api di angkasa.

    Bagi masyarakat yang berada di luar provinsi tersebut hanya bisa menikmati gerhana matahari sebagian. Sebab, posisi kota-kota di luar tujuh provinsi tersebut tak memungkinkan melihat sudut tepat ketika bulan menutup matahari serupa cincin. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU