-->

Kamis, 23 Juli 2020

Update Banjir Bandang : Ada Potensi Gangguan Penyakit Kini Mulai Menyerang Para Pengungsi

 Update Banjir Bandang : Ada Potensi Gangguan Penyakit Kini Mulai Menyerang Para Pengungsi

 Update Banjir Bandang : Ada Potensi Gangguan Penyakit Kini Mulai Menyerang Para Pengungsi

JBN NEWS ■ Kapolres Luwu Utara AKPB Agung Danargito mengatakan, korban jiwa akibat banjir bandang  yang melanda wilayah Masamba, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu hingga Kamis, 22 Juli 2020, Pukul 22.00 WITA tercatat 38 Orang meninggal.

"Sedang dalam Pencarian (Hilang) sebanyak 10 Orang, kondisi luka – luka sebanyak  106 Orang. Sementara  yang saat ini menjalani Rawat Inap ada 22 Orang, dan Rawat Jalan 84 Orang," katanya, saat melakukan konferensi pers perkembangan terkini perihal banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Kamis (23/7/2020).

Kapolres menambahkan, bahwa banjir bandang tersebut sudah meluluh lantakkan sejumlah fasilitas umum yang tersebar di 6 kecamatan, masing-masing di Kec. Masamba, Kec. Sabbang, Kec. Baebunta , Kec. Baebunta Selatan, Kec. Malangke dan Kec. Malangke Barat.

Mengutip data dari Dinkes Kabupaten Luwu Utara, Kapolres juga menyampaikan data ada potensi gangguan penyakit yang kemungkinan kini mulai menyerang para pengunsi.

"Penyakit yang di derita para pengungsi saat ini antara lain, ISPA : 247 Orang, Hipertensi : 137 Orang, Diare : 35 Orang dan Dermatitis : 151 Orang," papar Kapolres.

Selain itu, ada juga pengungsi yang masuk dalam kategori "Kelompok Rentan".  Seperti misalnya terdapat Kelompok Rentan Bayi ada 447 Orang, kemudian Balita ada  2223 Orang, lalu ada Ibu Hamil sebanyak 303 Orang serta Lansia terdata ada 2623 Orang.

Kapolres mengatakan, saat ini terdapat 3. 627 KK  atau  14.483 Jiwa yang mengungsi di 3 Kecamatan, masing-masing di Kec. Sabbang, Kec. Baebunta, dan Kec. Masamba. Sedangkan yang berada  di Kecamatan lainnya masih dalam pendataan, seperti sebagian ada di kec. Baebunta Selatan, Kec. Malangke dan Kec. Malangke Barat.

Terkait kerugian materil Kapolres menyebutkan rinciannya sebagai berikut; 9 Unit Sekolah, 4.202 Unit Rumah terdampak, 13 Unit Rumah Ibadah, 3 Unit Fasilitas Kesehatan, 8 Unit Kantor Pemerintah, 12.8 Km Jalan terdampak, 9 Unit Jembatan terdampak, 2 unit Faslitas Umum, 100 meter Pipa Air Bersih, 2 Bendungan Irigasi, 1 Pasar Tradisional, 82 Unit Mikro Usaha, 219 Ha Lahan Pertanian, 241 Ha Lahan Persawahan, dan 1 Unit peralatan Dapur Umum milik BPBD terbawa hanyut pada saat penangganan Sungai Masamba.

Upaya-upaya pemulihan terus dilakukan. Saat ini, TRC BPBD dan pemerintah kecamatan masih melakukan Asessment perbaikan data pengungsi untuk setiap Kecamatan yang terdampak.

"Upaya lainnya seperti pencarian, Evakuasi dan pendataan korban Jiwa terus dilakukan oleh tim Basarnas, TNI, Polri TRC PB, dan Relawan lainnya," pungkas Kapolres.

Sejumlah Alat berat juga dikerahkan untuk membuka jalur - jalur jalan yang tertutup material pasir. Sementara BPBD mendistribusikan bantuan logistik dan pembagian pakaian layak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena banjir.

Dalam keterangan kepada media, Kapolres juga mengungkapkan sejumlah kebutuhan yang sangat mendesak. Seperti kebutuhan akan Air bersih, Tandon Air, Pompa Air, Obat-obatan dan Suplemen.

Tak kalah penting juga menyangkut kebutuhan sandang, seperti Pakian dalam wanita, Popok balita, Lansia, Selimut dan Sarung serta peralatan pembersih rumah.

■ PUT/JBN

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SUARA SULAWESI | Berita Sulawesi Hari Ini | All Right Reserved