-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARA SULAWESI | Berita Sulawesi Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Follow us on

    Turis Ukraina Terdampar di Mesir Menunggu Penerbangan Pulang

    REDAKSI
    Minggu, 06 Maret 2022, 10:15 WIB Last Updated 2022-03-06T03:15:16Z
     

    SUARASULAWESI.com, MESIRSejak Rusia menginvasi Ukraina, hampir 20.000 orang Ukraina telah terdampar di resor Laut Merah Mesir terutama Sharm El-Sheikh dan Hurghada dengan pilihan untuk tinggal di hotel mereka untuk waktu yang lama dengan tarif murah atau dipindahkan ke akomodasi bintang 3 yang dibayar oleh pemerintah Mesir.

    Pengaturan sedang dibuat untuk membantu sebanyak 20.000 turis Ukraina yang terdampar di resor Mesir untuk terbang ke Eropa, pejabat konsuler di Kairo mengatakan pada hari Kamis. Mereka mencatat bahwa banyak yang siap menuju ke Ukraina untuk melawan pasukan Rusia, lapor Reuters.

    Para turis kebanyakan berada di resor Laut Merah Mesir di Sharm El-Sheikh dan Hurghada, dengan beberapa lebih jauh ke selatan di Marsa Allam. Beberapa telah terbang keluar dari kemauan mereka sendiri tetapi Kedutaan Besar Ukraina bekerja dengan pihak berwenang Mesir dan perusahaan pariwisata untuk mengatur penerbangan kembali ke negara-negara tetangga Ukraina, jelas wakil kepala kedutaan, Yevhen Zhupeyev.

    "Banyak dari mereka yang menelepon, bersedia untuk kembali dan meminta untuk mengembalikan mereka untuk memerangi tentara Rusia," kata Zhupeyev. 

    Menurutnya, Kedutaan bagaimanapun hanya mengatur penerbangan ke negara ketiga.

    Mesir memiliki hubungan dekat dengan Rusia, tetapi memilih di Majelis Umum PBB untuk mengutuk invasi Moskow. Menurut Zhupeyev, warga Ukraina diizinkan untuk tinggal di hotel bintang tiga secara gratis selama mereka membutuhkannya.

    "Kami mengharapkan negara-negara Eropa memberi kami lampu hijau untuk menerima mereka," katanya. "Sekutu kami di sana menemukan bandara yang dapat menerima orang Ukraina dari Mesir," imbuhnya.

    PBB mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina selama seminggu terakhir telah meningkat menjadi lebih dari satu juta.

    Meskipun rencana pertempuran awal yang dikatakan negara-negara Barat bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Kyiv dengan cepat, Rusia sejauh ini hanya merebut satu kota, Kherson di Sungai Dnieper.

    Presiden Volodymyr Zelenskyy, yang telah tinggal di Kyiv, telah mengkonfirmasi bahwa garis Ukraina bertahan. "Kami tidak akan rugi apa-apa selain kebebasan kami," tambahnya. (Adanalu/Reuter)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU