-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARA SULAWESI | Berita Sulawesi Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Follow us on

    MUI Sulsel Protes, Acara Khatam Quran Digabung Fashion Show LGBT

    REDAKSI
    Senin, 06 Juni 2022, 14:55 WIB Last Updated 2022-08-15T00:45:19Z

    SUARASULAWESI.COM | SIDRAP Acara khatam Alquran Kelurahan Tanrutedong, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidrap, diwarnai rangkaian acara silaturahmi dan fashion show waria.

    Hal itu terungkap, melalui sebuah unggahan foto yang viral di media sosial. Foto tersebut  berisi surat rekomendasi.

    Dalam surat itu tertulis pemerintah setempat menyetujui pelaksanaan hajatan rumah baru dan khatam Alquran dirangkaikan dengan silaturahmi waria (fashion show).

    Dengan catatan, menjaga keamanan dan ketertiban, menjaga hal-hal yang dapat meresahkan masyarakat, dan menjaga kebersihan lapangan setelah digunakan.

    Kegiatan itu sendiri diagendakan berlangsung di Lapangan Sepakbola A Takko, Tanrutedong, pada 25 Juni 2022 mendatang.


    Terkait hal itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Dr KH Muammar Bakry LC MA, menilai bahwa acara tersebut tidak bisa dibenarkan karena LGBT bertentangan dengan Islam.

    “Kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam sekali pun dibungkus dengan kegiatan baik seperti khatam Alquran, itu tidak bisa dibenarkan,” katanya, pada Minggu (5/6/2022).

    Sebaliknya, lanjut Muammar Bakry, kegiatan seperti itu bisa merendahkan kesucian Alquran. Dan, jangan sampai kegiatan ini dilegitimasi untuk melakukan pembenaran sehingga dianggap biasa.

    Dia meminta agar semua yang terkait dengan simbol-simbol LGBT (termasuk waria) tidak diekspos secara terbuka dan masif di tengah masyarakat.

    MUI mengimbau agar jangan sampai hal ini dibiarkan karena bisa memunculkan kesan melegitimasi hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama.

    “Jangan sampai kegiatan ini dilegitimasi dengan melakukan pembenaran. Misalnya membungkus dengan kegiatan khatam Alquran sehingga dianggap dibenarkan yang justru merendahkan nilai-nilai kesucian Alquran,” urainya.

    Pihaknya pun mengharapkan supaya semua yang terkait dengan simbol-simbol waria (LGBT) hendaknya tidak diekspos dalam bentuk kegiatan yang masif di tengah masyarakat.

    “Karena jika ini dibiarkan nanti ada kesan meligitamasi hal-hal yang seharusnya tidak terjadi karena tidak sesuai dengan nilai-nilai agama,” tegasnya. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU