-->

Selasa, 14 Juni 2022

Pemdes Laiyolo Kembangkan Jaringan Internet Desa

   Pemdes Laiyolo Kembangkan Jaringan Internet Desa


SUARASULAWESI.COM | SELAYAR Laiyolo adalah nama sebuah desa yang berada di kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Saat ini, Pemdes Laiyolo telah berhasil mengembangkan Jaringan Internet Desa. Sejak menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat, setidaknya sudah terbangun 5 titik receiver atau pemancar yang ada di beberapa dusun di desa tersebut.

"Dampaknya luar biasa, utamanya bagi warga kami disini," kata Kepala Desa Laiyolo, Bahknur Arfandi, S.Pd melalui Sekdes Andi Daeng, kepada Redaksi BDS, pada Selasa (14/6).

Menurutnya, dengan terbangunnya jaringan internet desa telah ikut menggerakkan perekonomian warga yang dominan adalah petani. Nilai transaksi perdagangan pun dinilai meningkat saat ini.

"Alhamdulillah, efek yang sangat terasa adalah pergerakkan perekonomian warga, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebelum terbangunnya jaringan internet," kata Andi Daeng.

Ia menyebutkan, bahwa jaringan internet di desa telah mendorong pesatnya penjualan hasil pertanian, seperti cengkeh, pala, kemiri, kelapa, coklat atau kakao, dan vanili.

"Alhamdulillah pak, sekarang lagi musim kemiri, dan nanti bulan Agustus disusul musim cengkeh," papar Sekdes.

Andi Daeng optimis kedepan nilai perdagangan akan lebih maju, mengingat makin melandainya pandemik covid-19 yang selama ini menjadi kendala utama. 

Selain itu, kata dia, adanya rencana pengembangan wisata desa yang saat ini menjadi perhatian jajaran Pemdes Laiyolo.

"Memang benar, beberapa hari lalu ada puluhan warga kami telah mengikuti pelatihan terkait ini, semoga nantinya bisa benar-benar terwujud," harap Andi Daeng.

Penyaluran BLT DD

Terkait penyaluran BLT DD di Desa Laiyolo, menurut Sekdes Andi Daeng, Alhamdulillah hari ini berjalan lancar dan tuntas.

"Ada 115 KPM yang telah menerima BLT DD tahap bulan April senilai Rp.300 ribu," katanya.

Andi Daeng menyebutkan penyaluran BLT DD terpaksa ditempuh selama 2 hari mengingat terkendala di SPJ. 

"Pun demikian, kenapa kami tidak menyalurkan 3 bulan sekaligus, masih terkendala di SPJ. InshaAllah, selang 2 minggu kedepan kami akan menyalurkan lagi," jelas Sekdes Andi Daeng. (Tim)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SUARA SULAWESI | Berita Sulawesi Hari Ini | All Right Reserved