SPBU 24.333.129 Menjadi surganya para pengerit berkendaraan roda 4.
0 menit baca
CYBERKRIMINAL.COM, BANGKA BARAT, MUNTOK – Pemandangan mencengangkan terjadi di jalur SPBU 24.333.129 Muntok. Puluhan mobil berbagai jenis—mulai dari pick-up, kijang minibus hingga keri—mengular panjang hingga keluar area SPBU. Tak sekadar antre biasa, mobil-mobil ini terindikasi menggunakan tangki modifikasi demi bisa mengeruk pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar.
Situasi kian kacau. Warga umum yang hendak mengisi BBM harus berdesakan dengan para "pengerit" yang menguasai antrean. Ironisnya, praktik ilegal ini berlangsung terang-terangan. Bahkan, awak media mendapati sebuah mobil pick-up terciduk sedang menuangkan BBM ke jeriken tepat di sisi SPBU. Dengan gesit, seorang pengerit menggunakan selang untuk mengalirkan BBM. Terlihat pula deretan jeriken, sebagian sudah penuh, sebagian masih kosong, siap diisi untuk dibawa entah ke mana.
Pertanyaannya: apakah SPBU ini beroperasi sesuai aturan Pertamina? Sebab, fakta di lapangan menunjukkan SPBU 24.333.129 seakan berubah menjadi surga bagi para pengerit.
Demi menjaga keberimbangan informasi, media ini akan menelusuri lebih jauh dengan mengonfirmasi pihak pengelola SPBU serta mempertanyakan langsung ke Pertamina. Publik berhak tahu: apakah praktik ini dibiarkan, atau ada kelalaian pengawasan yang membuat distribusi BBM justru dimonopoli oknum pengerit?
Pikes Anitam

