Aktivis sebut fenomena dukungan kepada H.slamet Junaidi adalah koalisi rakyat yang besar

 


Sampang ,Makin melesat jauh dukungan masyarakat terhadap sosok H.slamet Junaidi memang menjadi fenomena tersendiri di kabupaten Sampang jelang Pilkada Serentak 2024, barisan pendukung Murni dari rakyat yang siap pasang padan seolah lebih awal membentuk koalisi rakyat yang besar mulai dari dukungan ulama ,Tokoh Blater, 120 mantan kades, jaringan kyai dan santri, komunitas pengusaha, kalangan pemuda, dll yang ditunjukkan dengan deklarasi resmi mendukung secara terang terangan kepada calon bupati H.slamet Junaidi.



Ditengah suasana politik hangat kabupaten Sampang, menuju pilkada 2024 riak dukungan dari berbagai kelompok masyarakat mulai bermunculan, mulai dari deklarasi terbuka hingga kreatifitas individu sebagai bentuk dukungan pada calon yang di idolakan.


Rangkuman media sosial serta berita yang beredar baik media menstrem dan media sosial, kreatifitas pendukung dari kalangan masyarakat menengah kebawah masih di dominasi oleh sosok H.slamet Junaidi atau akrab disapa Aba IDI tak sedikit unggahan bernada dukungan yang spontan dibuat oleh individu masyarakat sendiri sebagai bentuk upaya menyalurkan kreasi dukungan, mulai dari pernyataan, deklarasi , terbaru digubah kedalam pantun jenaka.


Ya terbaru beredar video jenaka seorang pemuda bertubuh kekar dengan mengenakan celana pendek dan t-shirt vasual hitam, dalam adegan video berdurasi 21 detik tersebut nampak pemuda melakukan aktivitas sedang memotong kayu bakar di malam hari, dalam sela aktivitas tersebut tiba tiba pemuda tersebut berpantun dengan logat Madura kental "YAK MADDHUNGAH NONOAH SATE


AKANTAH MERRAH KA SE EBUDI


TA' ADUKUNGAH DE' CALON BUPATI


MON KERANAH TA' MELEAH KA JIH IDI.


Addo Mak deyyeh ???

Begitu pantun jenaka disauti kalimat pendek dari rekan nya yang mengabadikan moment tersebut.


Video yang di unggah oleh akun @fishabilillah8

Menambah deretan kreasi dukungan kepercayaan masyarakat terhadap sosok H.slamet Junaidi atau akrab disapa Aba IDI, kurang lebih jika di translate kedalam bahasa Indonesia pantun tersebut bermakna "Tidak akan mendukung calon lain dan tidak akan memilih calon bupati lain serta tetap yakin dengan H.slamet Junaidi" begitu lebih kurang arti dari pantun berlogat Madura tersebut jika diartikan.


Maka tak berlebihan menurut aktivis kabupaten Sampang Arifin jika fenomena tersebut memang layak di sebut koalisi rakyat yang lebih awal terbentuk Atas dasar kepercayaan masyarakat yang masih menghendaki aba IDI sebagai bupati lagi dan melanjutkan program program yang dapat membuat Sampang semakin maju, 


Iya meyakini koalisi rakyat yang terbentuk ini dapat mempermudah kerja mesin mesin partai koalisi nantinya, Karena dengan adanya animo dukungan masyarakat yang begitu tinggi terhadap suatu calon maka partai koalisi yang terbentuk nanti tinggal fokus pada penyusunan visi misi serta program program unggulan yang akan dipaparkan kepada masyarakat, dan saya yakin dari semua fakta dan fenomena yang ada H.slamet Junaidi punya koalisi Rakyat , tutup Arifin meyakinkan.


Moh Sahidi

Lebih baru Lebih lama