Warga Kelurahan Neglasari Rencanakan Aksi ke SMPN 16 Terkait Ketidak Lolosan 11 Siswa Yang Berdomisili di Wilayahnya

SUARASULWESI.COM, BANDUNG - Sebanyak 11 orang tua siswa warga kelurahan Neglasari kecamatan Cibeunying Kaler mendatangi kantor kelurahan Neglasari untuk mengeluhkan perihal anak mereka yang tidak lolos dalam pendaftaran ke SMP Negeri 16 Bandung yang berlokasi diwilayah kelurahan Neglasari, Selasa (27/2024).

Warga ditemui langsung oleh lurah Neglasari, Indra Bayu Kamajaya diruangan kantor kelurahan. Salah satu tokoh masyarakat yang mewakili para orang tua murid  menyampaikan rasa kecewanya atas ketidak lolosan anak-anak mereka yang merupakan warga kelurahan Neglasari dimana lokasi SMPN 16 juga masuk dalam satu wilayah kelurahan Neglasari.

"Kami ini warga kelurahan Neglasari dan lokasi sekolahan itu juga ada diwilayah kelurahan ini, kenapa tidak ada kebijakan untuk anak-anak kami agar bisa sekolah disitu," ungkap AZ.

Warga mendesak lurah Neglasari untuk membantu memfasilitasi kepada pihak sekolahan agar anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikannya di SMPN 16

Poin poin tuntutan warga diantaranya adalah meminta lurah untuk ikut memperjuangkan anak- anak warga Neglasari agar bisa melanjutkan pendidikan di SMPN 16, Setidaknya ada kebijakan dari kepsek mengingat siswa-siswa tersebut adalah warga dimana sekolah SMP N itu berada.

Lurah Neglasari telah memberikan atensinya atas keinginan warga sesuai tupoksinya sebagai pimpinan diwilayah tersebut dengan berkirim surat kepada kepsek SMPN 16 yang isinya memohon agar ada kebijakan dari kepsek atas keluhan warganya.

"Atas desakan warga, saya tidak bisa tinggal diam, setidaknya saya sudah berusaha berkirim surat kesekolahan dengan permohonan agar diberikan kebijakan untuk warga saya disini," jelasnya pada awak media dikantornya, Jumat (5/7)2024).

Selain surat ke kepsek, Indra Bayu Kamajaya juga sempat mengutus mitranya untuk menemui Kabid SMP Disdik Kota Bandung untuk meminta petunjuk, terhitung sudah 4 kali utusannya datanh ke kantor Disdik kota Bandung, tapi kabid SMP yang dimaksud tidak bisa ditemui dengan berbagai alasan, (info dari security), yang akhirnya surat tersebut ditipkan pada staff recepsionist.

Semua yang dilakukan oleh lurah yang terkenal dekat dengan warga ini didasarkan pada keinginan warga yang berniat melakukan aksi ke SMPN 16 dalam waktu dekat, tapi masih sempat ditahan oleh lurah yang berjanji akan membantu semaksimal mungkin.

"Warga berniat mengeruduk sekolahan dengan mengadakan aksi, tapi sempat saya cegah, dan saya langsung komunikasi dengan pihak sekolahan, tapi responnya kurang memuaskan, lalu saya kirim utusan untuk meminta solusi pada kabid SMP Disdik kota Bandung, sayangnya beliau susah ditemui," terang Indra.

Sebelumnya awak media sudah beberapa kali mendatangi SMPN 16 untuk melakukan konfirmasi, tapi tidak sempat ketemu kepsek karena sedang berada diluar sekolahan, selanjutnya awak media melakukan komunikasi pada kepsek SMPN 16 Nita, pada 4 Juli 2024, melalui aplikasi pesan WhatsApp, tapi pesan tersebut tidak pernah mendapat respon sampai berita ini ditayangkan.

Alangkah bijaknya bila semua pihak bisa bertemu dan bersama2 mencari solusi terbaik atas masalah ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut salah satu warga, bila dalam waktu dekat masih tidak ada respon yang baik, mereka akan tetap pada rencana semula untuk melakukan aksi di SMPN 16, mudah-mudahan hal tersebut tidak jadi terlaksana bila sudah ada solusi lebih dulu.


Pewarta : Mulyadi
Lebih baru Lebih lama