SUARASULAWESI.COM - BANTAENG – Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Bantaeng mengeluhkan ketersediaan air bersih yang tidak lancar sejak terjadinya banjir beberapa bulan lalu, Kondisi ini menyebabkan krisis air bersih di kalangan masyarakat.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi, S.PDI., M.PDI., memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan distribusi adalah rusaknya pipa besar yang menjadi jalur utama air ke beberapa kecamatan.
“Ketika Bantaeng dilanda banjir beberapa bulan lalu, pipa besar yang mengalirkan air ke beberapa kecamatan patah dan tidak bisa digunakan lagi,” jelas Suwardi di ruang kerjanya. Kamis 21/08/2025
Ia menambahkan, pihaknya telah mengidentifikasi akar masalah dan segera mengambil langkah perbaikan.
Untuk mempercepat perbaikan, PDAM Bantaeng telah memesan 16 pipa berukuran 12 inci dari Surabaya.
“Kami sudah memesan 16 pipa 12 inci dari Surabaya, dan mungkin dalam bulan ini sudah tiba, Setelah pipa datang, kami perkirakan pengerjaannya akan memakan waktu sekitar 2 sampai 3 hari hingga aliran air kembali normal,” kata Suwardi.
Mewakili pihak PDAM, Suwardi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan di Kabupaten Bantaeng atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Sebagai solusi sementara, ia mengimbau pelanggan yang membutuhkan air untuk segera menghubungi pihak layanan pelanggan PDAM.
“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan kami di wilayah Kabupaten Bantaeng untuk sementara, jika ada yang membutuhkan air, silakan hubungi layanan kami agar bisa kami antarkan ke rumah pelanggan,” tambahnya.
Suwardi juga meminta pengertian pelanggan jika terjadi keterlambatan pengiriman, mengingat terbatasnya armada yang dimiliki PDAM.
Namun, ia memastikan bahwa pihak PDAM akan tetap berusaha melayani seluruh kebutuhan pelanggan.
“Kami berharap pelanggan dapat bersabar dan bekerja sama dengan baik.
Insyaallah, ke depannya air PDAM akan kembali lancar, dan kami akan terus berupaya merapikan manajemen serta data jumlah pelanggan di wilayah Bantaeng,” tutupnya.
Ka Biro : Sumarni