Pembangunan Kantor Kelurahan Dimulai, Akses Jalan Bunga Eja Beru Ditutup Demi Keselamatan Warga
SUARASULAWESI.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kelurahan Bunga Eja Beru melakukan penutupan akses jalan di wilayah RW 04, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kota Makassar. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama proses pembangunan Kantor Lurah Bunga Eja Beru berlangsung.
Lurah Bunga Eja Beru, Mila Saptawati, mengatakan akses jalan yang berada di depan kantor lurah ditutup karena bangunan lama akan dibongkar secara total sebelum proses pembangunan kantor baru dilaksanakan.
Menurut Mila, aktivitas pembongkaran bangunan memiliki potensi risiko bagi masyarakat apabila akses di sekitar lokasi tetap digunakan untuk lalu lintas warga.
«“Kita tutup akses jalan karena ada pembangunan Kantor Lurah Bunga Eja Beru. Bangunan akan dibongkar total sehingga kami dari pemerintah setempat khawatir terhadap keamanan dan keselamatan warga yang melintas di sekitar lokasi,” kata Mila.»
Ia menegaskan, keputusan penutupan akses jalan tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Kebijakan itu telah melalui pembahasan dan musyawarah di tingkat kelurahan dengan melibatkan unsur pemerintah kelurahan, RW, RT, serta tokoh masyarakat setempat.
«“Keputusan untuk menutup akses jalan di depan kantor lurah yang akan dibangun ini sudah melalui rapat dan musyawarah bersama pihak kelurahan, RW, RT, dan tokoh masyarakat,” ujarnya.»
Mila menjelaskan, penutupan akses akan diberlakukan selama proses pembangunan berlangsung. Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan potensi kecelakaan maupun gangguan keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.
Pemerintah Kelurahan Bunga Eja Beru mengimbau masyarakat agar memahami kondisi tersebut dan mengikuti pengaturan akses yang telah ditetapkan selama pembangunan Kantor Lurah Bunga Eja Beru berlangsung.
Penutupan akses jalan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pembangunan sekaligus memastikan keselamatan warga menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung.
Herman Culli
