BREAKING NEWS

Elang Timur Indonesia Tetap Gelar Aksi Meski Sempat Dimediasi Kepala SMAN 1 Makassar

CYBERKRIMINAL.COM, MAKASSAR – Organisasi masyarakat (Ormas) Elang Timur Indonesia kembali menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Makassar. Kali ini, massa organisasi tersebut menggelar aksi unjuk rasa di sekitar SMAN 1 Makassar, Kamis (16/7/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan terkait dugaan adanya pelanggaran dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Aksi yang dipimpin langsung Ketua Umum Elang Timur Indonesia, Imran, SE, merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang, menurut mereka, mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan SPMB. Dalam orasinya, massa menyoroti dugaan keberadaan "siswa siluman" yang disebut-sebut lolos dalam proses penerimaan peserta didik baru di lingkungan sekolah tersebut.

Selain menuntut pengusutan terhadap dugaan tersebut, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk melakukan audit dan investigasi terhadap penggunaan anggaran aplikasi SPMB Tahun 2026. Mereka meminta seluruh proses pengadaan dan pengelolaan sistem penerimaan siswa baru dibuka secara transparan kepada publik guna menghindari munculnya dugaan penyimpangan.

Tidak hanya itu, Ormas Elang Timur Indonesia turut mendesak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk mencopot Kepala SMAN 1 Makassar. Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai harus bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB.

Sebelum aksi unjuk rasa berlangsung, beredar informasi bahwa Kepala SMAN 1 Makassar, Drs. H. Sulihin Mustafa, M.Pd., mendatangi Sekretariat Ormas Elang Timur Indonesia yang berlokasi di Jalan Landak, Kota Makassar. Pertemuan tersebut disebut sebagai upaya mediasi menyusul tuntutan yang telah dilayangkan organisasi tersebut.

Dalam pertemuan yang juga disaksikan sejumlah awak media itu, Kepala SMAN 1 Makassar disebut berupaya membangun komunikasi dengan jajaran Ormas Elang Timur Indonesia. Pihak pengunjuk rasa mengklaim terdapat permintaan agar aksi demonstrasi tidak dilaksanakan. Namun, Ketua Umum Elang Timur Indonesia, Imran, SE, tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah dan publik.

"Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Kami meminta agar seluruh dugaan yang kami sampaikan dapat diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Imran dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa digelar sekitar 100 meter dari gerbang SMAN 1 Makassar. Massa secara bergantian menyampaikan orasi serta membawa berbagai spanduk yang berisi tuntutan mereka terkait dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB Tahun 2026.

Hingga aksi berlangsung, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun pihak SMAN 1 Makassar terkait tuntutan yang disampaikan massa. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan dalam aksi tersebut masih menunggu klarifikasi dan tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan.
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image